Sunday, 11 May 2014

MAKALAH PENYUSUNAN RPP SESUAIPERMENDIKNAS



MAKALAH TENTANG MENYUSUN RPP SESUAI PEMEN DIKNAS NO.41 TAHUN 2011

BAB I

PENDAHULUAN
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mecapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan dijabarkan dalam silabus yang dikembangkan oleh guru secara professional. RPP dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses metal dan fisik melalui interaksi antar peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar sehingga pengalaman belajar yang dimaksudkan dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran. Menyusun RPP sesuai dengan PERMEN DIKNAS No. 41 tahun 2007 dengan sub bahasan bagaimana contoh dari RPP itu sendiri, mengembangkan materi, media, dan metode pada RPP, mengembangkan EKK pada RPP, dan indikator berbasis karakter.

BAB II

PEMBAHASAN


A.    Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

            Satuan Kerja               : SMP Negeri 3 Kutowinangun
            Mata Pelajaran            : Pendidikan Agama Islam
            Kelas/ Semester           : VII/2
            Alokasi waktu             : 2 x 40 menit

       I.            Standar Kompetensi  
11. Membiasakan perilaku terpuji
    II.            Kompetensi Dasar
11.2. Menjelaskan contoh perilaku kerja keras, tekun, ulet dan teliti
 III.            Indikator
11.2.1. Menyebutkan 3 contoh perilaku kerja keras
11.2.2. Menyebutkan 3 contoh perilaku tekun
11.2.3. Menyebutkan 3 contoh perilaku ulet
11.2.4. Menyebutkan 3 contoh perilaku teliti
 IV.            Tujuan Pembelajaran 
1. Dengan membaca buku sumber siswa dapat menyebutkan 3 contoh perilaku kerja   keras dengan tepat dan benar.
2. Dengan membaca buku sumber siswa dapat menyebutkan 3 contoh perilaku tekun dengan tepat dan benar.
3. Dengan membaca buku sumber siswa dapat menyebutkan 3 contoh perilaku ulet dengan tepat dan benar.
4. Dengan membaca buku sumber siswa dapat menyebutkan 3 contoh perilaku teliti dengan tepat dan benar.
    V.            Materi Belajar
Perilaku terpuji ( kerja keras, tekun, ulet, dan teliti )
A.  Kerja keras
1.      Ajaran Islam tentang kerja keras
2.      Pentingnya bekerja keras
a.       Mengubah nasib
b.      Bentuk tanggung jawab terhadap diri sendiri, masyarakat dan Negara
c.       Meningkatkan harkat dan martabat manusia
d.      Dorongan untuk masa depan yang lebih baik
3.      Bekerja keras dalam kehidupan sehari-hari
4.      Dalam keluarga
5.      Dalam lingkungan sekolah
6.      Dalam lingkungan masyarakat
  B. Tekun dan Ulet
  C. Teliti
1.      Teliti dalam perkataan
2.      Teliti dalam perbuatan
 VI.            Metode Pembelajaran
    1. Tanya  jawab
Siswa mengadakan Tanya jawab dengan teman-temannya tentang contoh perilaku kerja keras, tekun ulet dan teliti
    1. Demonstrasi
Siswa melakukan demontrasi perilaku terpuji (kerja keras, tekun, ulet, dan teliti).
c.       Diskusi
Siswa mengadakan kegiatan diskusi dengan kelompoknya masing-masing tentang contoh perilaku terpuji (kerja keras, tekun, ulet, dan teliti).
VII.            Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
1.    Kegiatan pendahuluan
                                  i.     Memberi salam, memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa
                                ii.     Membaca ayat-ayat Al Qur,an atau asmaul husna selama 5 sampai 10 Menit.
                              iii.     Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi dasar yang akan dicapai
2.  Kegiatan Inti
a.    Siswa membaca dan menelaah buku bacaan/literature tentang perilaku-perilaku terpuji (kerja keras, tekun , ulet dan teliti.)
b.    Siswa mendemonstrasikan tentang perilaku terpuji (tekun, ulet dan teliti)
3.    Kegiatan penutup
Menyimpulkan contoh-contoh kerja keras, tekun, ulet dan teliti
VIII.            Alat dan Sumber
a.    Buku PAI, Tim penyusun fak. Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Cempaka Putih, Klaten, 2006
b.    Al qur’an an dan Terjemahannya, Departemen Agama RI
c.    Film-film documenter
d.   wawancara
e.    Buku Paket PAI untuk SMP kelas VII Depag RI
 IX.            Penilaian
1.    Berilah contoh perilaku kerja keras !
2.    Jelaskan manfaat kerja keras !
3.    Berilah contoh perilaku tekun !
4.    Jelaskan manfaat perilaku tekun !
5.    Berilah contoh perilaku ulet !
    X.            Catatan Guru / Supervisor 
………………………………………………………………………………………………     ………………………………………………………………………………
Kebumen,   ..................
Mengetahui                                                                
Kepala Sekolah                                                           Guru Mata Pelajaran


H.M. Cholid, S.Ag.                                                    H.M. Cholid, S.Ag.
NIP.                                                                            NIP.
B.     Mengembangkan Media, Materi, dan Metode

1.       Pengembangan Media

Secara etimologi, kata media berasal dari bahasa latin medius, dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang berarti perantara atau pengantar. Adapun secara terminologi (istilah),beberapa tokoh mengemukakan pengertian media pembelajaran sebagai berikut :
a.       Martin dan Briggs (1986), mengatakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukankomunikasi dengan si belajar. Hal ini bisa berupa perangkat keras atau perangkat lunak yang digunakan pada perangkat keras.
b.      Hamalik (1994), media pemebelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, fikiran, dan perasaan si pembelajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pemebelajaran tertentu.
Berdasarkan uraian para ahli di tersebut di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar dan berfungi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan atau pemebelajaran dengan efektif dan efisien.[1]
Pengembangan media pengajaran adalah suatu usaha penyusunan program media pembelajaran yang lebih tertuju pada perencanaan media.  Untuk melakukan kegiatan pengembangan media pembelajaran diperlukan prosedur pengembangan. Prosedur pengembangan adalah langkah-langkah prosedural yang harus ditempuh oleh pengembang agar sampai ke produk yang dispesifikasikan. Prosedur pengembangan media meliputi beberapa tahap, yaitu perencanaan atau penyusunan rancangan media, produksi media, dan evaluasi media.[2]

2.      Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus.

3.      Metode Pembelajaran

Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.[3]
C.    Mengembangkan EEK

1.      Eksplorasi

Adalah  kegiatan pembelajaran yang digunakan untuk membuat rencana untuk membangun pengetahuan dasar siswa.

2.      Elaborasi

Elaborasi adalah kegiatan inti pembelajaran. Dalam kegiatan elaborasi, guru hendaknya melakukan  berbagai kegiatan sebagai berikut:

a.    Membiasakan siswa membaca dan  menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna.
b.    Memfasilitasi siswa melalui pemberian  tugas, diskusi dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis.
c.    Memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut.
d.   Memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri siswa.[4]

3.      Konfirmasi

Konfirmasi adalah tahapan akhir dari pembelajaran dalam kegiatan konfirmasi, guru hendaknya Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber.

D.    Menjabarkan Indikator Berbasis Karakter
Indikator pencapaian kompetensi  adalah adalah suatu perilaku yang dapat diukur atau diobservasi untuk menunjukan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.[5] Pada prinsipnya, pengembangan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukan dalam pokok bahasan, tetapi diintegrasikan kedalam mata pelajaran , pengembangan diri dan budaya sekolah. Oleh karena itu guru dan sekolah perlu mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke dalam KTSP, silabus dan RPP.[6]
Prinsip –prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.[7]:
1.      Berlelanjutan, proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses yang panjang, dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan.
2.      Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri , dan budaya sekolah.
3.      Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan, Materi nilai budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar, artinya nilai-nilai itu tidak dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan.
4.      Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan, Proses pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh peserta didik. Guru menerapakan prinsip “Tut Wuri Handayani” dalam setiap perilaku yang ditujukan peserta didik.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah yang penulis buat yaitu:
a.       Mengenai contoh RPP
b.      Mengembangkan media, materi, dan metode
c.       Mengembangkan EEK
·      Eksplorasi Adalah  kegiatan pembelajaran yang digunakan untuk membuat rencana untuk membangun pengetahuan dasar siswa.
·      Elaborasi adalah kegiatan inti pembelajaran.
·      Konfirmasi adalah tahapan akhir dari pembelajaran dalam kegiatan konfirmasi.
d.      Menjabarkan indikator berbasis karakter
Indikator pencapaian kompetensi  adalah adalah suatu perilaku yang dapat diukur atau diobservasi untuk menunjukan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.

DAFTAR PUSTAKA
Rahmat Raharjo, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, (Yogyakarta: Baituna Publishing, 2012)
Martiyono, PERENCANAAN PEMBELAJARAN Suatu Pendekatan Praktis berdasarkan KTSP Termasuk Model Tematik , Yogyakarta: Aswaja Pressindo.




[4]Martiyono, op. cit., hal. 234-235
[5]  Rahmat Raharjo, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, (Yogyakarta: Baituna Publishing, 2012), hlm. 102.
[6] Martiyono, PERENCANAAN PEMBELAJARAN Suatu Pendekatan Praktis berdasarkan KTSP Termasuk Model Tematik , Yogyakarta: Aswaja Pressindo, hlm,199.
[7] Ibid, hlm. 200-201.

1 comment:

  1. kurang rapi tulisannya kawan

    klik: biblemu.blogspot.com

    ReplyDelete