MAKALAH
TENTANG MENYUSUN RPP SESUAI PEMEN DIKNAS NO.41 TAHUN 2011
BAB I
PENDAHULUAN
Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan
manajemen pembelajaran untuk mecapai kompetensi dasar yang ditetapkan dalam
standar isi dan dijabarkan dalam silabus yang dikembangkan oleh guru secara
professional. RPP dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang
melibatkan proses metal dan fisik melalui interaksi antar peserta didik dengan
guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi
dasar sehingga pengalaman belajar yang dimaksudkan dapat terwujud melalui
penggunaan pendekatan pembelajaran. Menyusun RPP sesuai dengan PERMEN DIKNAS
No. 41 tahun 2007 dengan sub bahasan bagaimana contoh dari RPP itu sendiri,
mengembangkan materi, media, dan metode pada RPP, mengembangkan EKK pada RPP,
dan indikator berbasis karakter.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan
Kerja : SMP Negeri 3 Kutowinangun
Mata
Pelajaran : Pendidikan Agama
Islam
Kelas/
Semester : VII/2
Alokasi waktu : 2
x 40 menit
I.
Standar Kompetensi
11. Membiasakan perilaku terpuji
II.
Kompetensi Dasar
11.2. Menjelaskan contoh perilaku kerja keras, tekun, ulet dan
teliti
III.
Indikator
11.2.1.
Menyebutkan 3 contoh perilaku kerja keras
11.2.2. Menyebutkan 3 contoh perilaku tekun
11.2.3. Menyebutkan 3 contoh perilaku ulet
11.2.4. Menyebutkan 3 contoh perilaku teliti
IV.
Tujuan Pembelajaran
1. Dengan membaca buku sumber siswa dapat menyebutkan 3 contoh
perilaku kerja keras dengan tepat dan
benar.
2. Dengan membaca buku sumber siswa dapat menyebutkan 3 contoh
perilaku tekun dengan tepat dan benar.
3. Dengan membaca buku sumber siswa dapat menyebutkan 3 contoh
perilaku ulet dengan tepat dan benar.
4. Dengan membaca buku sumber siswa dapat menyebutkan 3 contoh
perilaku teliti dengan tepat dan benar.
V.
Materi Belajar
Perilaku
terpuji ( kerja keras, tekun, ulet, dan teliti )
A. Kerja keras
1.
Ajaran Islam
tentang kerja keras
2.
Pentingnya bekerja
keras
a.
Mengubah nasib
b.
Bentuk tanggung
jawab terhadap diri sendiri, masyarakat dan Negara
c.
Meningkatkan
harkat dan martabat manusia
d.
Dorongan untuk
masa depan yang lebih baik
3.
Bekerja keras
dalam kehidupan sehari-hari
4.
Dalam keluarga
5.
Dalam
lingkungan sekolah
6.
Dalam
lingkungan masyarakat
B. Tekun dan Ulet
C. Teliti
1.
Teliti dalam
perkataan
2.
Teliti dalam
perbuatan
VI.
Metode Pembelajaran
- Tanya jawab
Siswa mengadakan Tanya jawab dengan teman-temannya tentang contoh
perilaku kerja keras, tekun ulet dan teliti
- Demonstrasi
Siswa melakukan demontrasi perilaku terpuji (kerja keras, tekun,
ulet, dan teliti).
c.
Diskusi
Siswa
mengadakan kegiatan diskusi dengan kelompoknya masing-masing tentang contoh
perilaku terpuji (kerja keras, tekun, ulet, dan teliti).
VII.
Langkah – Langkah Kegiatan Pembelajaran
1.
Kegiatan
pendahuluan
i. Memberi salam, memulai pelajaran dengan membaca basmalah dan berdoa
ii. Membaca ayat-ayat Al Qur,an atau asmaul
husna selama 5 sampai 10 Menit.
iii. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi dasar
yang akan dicapai
2. Kegiatan Inti
a.
Siswa membaca
dan menelaah buku bacaan/literature tentang perilaku-perilaku terpuji (kerja
keras, tekun , ulet dan teliti.)
b.
Siswa
mendemonstrasikan tentang perilaku terpuji (tekun, ulet dan teliti)
3. Kegiatan penutup
Menyimpulkan contoh-contoh kerja keras, tekun, ulet dan teliti
VIII.
Alat dan Sumber
a.
Buku PAI, Tim penyusun fak. Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga, Cempaka Putih, Klaten, 2006
b.
Al qur’an an
dan Terjemahannya, Departemen Agama RI
c.
Film-film
documenter
d.
wawancara
e.
Buku Paket PAI untuk
SMP kelas VII Depag RI
IX.
Penilaian
1.
Berilah contoh
perilaku kerja keras !
2.
Jelaskan
manfaat kerja keras !
3.
Berilah contoh
perilaku tekun !
4.
Jelaskan
manfaat perilaku tekun !
5.
Berilah contoh
perilaku ulet !
X.
Catatan Guru /
Supervisor
……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………
Kebumen, ..................
Mengetahui
Kepala Sekolah Guru
Mata Pelajaran
H.M. Cholid, S.Ag. H.M. Cholid, S.Ag.
NIP. NIP.
B.
Mengembangkan Media,
Materi, dan Metode
1. Pengembangan Media
Secara
etimologi, kata media berasal dari bahasa latin medius, dan merupakan
bentuk jamak dari kata medium yang berarti perantara atau pengantar. Adapun
secara terminologi (istilah),beberapa tokoh mengemukakan pengertian media
pembelajaran sebagai berikut :
a.
Martin dan Briggs (1986),
mengatakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk
melakukankomunikasi dengan si belajar. Hal ini bisa berupa perangkat keras atau
perangkat lunak yang digunakan pada perangkat keras.
b.
Hamalik (1994), media pemebelajaran
adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan
pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, fikiran, dan
perasaan si pembelajar dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan
pemebelajaran tertentu.
Berdasarkan
uraian para ahli di tersebut di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa yang
dimaksud dengan media pembelajaran adalah alat yang dapat membantu proses
belajar mengajar dan berfungi untuk memperjelas makna pesan yang disampaikan,
sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan atau pemebelajaran dengan efektif dan
efisien.[1]
Pengembangan media pengajaran adalah suatu usaha penyusunan program media
pembelajaran yang lebih tertuju pada perencanaan media. Untuk melakukan kegiatan pengembangan media
pembelajaran diperlukan prosedur pengembangan. Prosedur pengembangan adalah
langkah-langkah prosedural yang harus ditempuh oleh pengembang agar sampai ke
produk yang dispesifikasikan. Prosedur pengembangan media meliputi beberapa
tahap, yaitu perencanaan atau penyusunan rancangan media, produksi media, dan
evaluasi media.[2]
2. Materi Pembelajaran
Materi
pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada
dalam silabus.
3. Metode Pembelajaran
Metode dapat
diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model
atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau
strategi yang dipilih.[3]
C.
Mengembangkan
EEK
1. Eksplorasi
Adalah kegiatan pembelajaran yang digunakan untuk membuat rencana untuk membangun pengetahuan dasar siswa.
2. Elaborasi
Elaborasi adalah kegiatan inti pembelajaran. Dalam kegiatan elaborasi, guru hendaknya melakukan berbagai kegiatan sebagai berikut:
a.
Membiasakan siswa
membaca dan menulis yang beragam melalui
tugas-tugas tertentu yang bermakna.
b.
Memfasilitasi siswa
melalui pemberian tugas, diskusi dan
lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis.
c.
Memberi kesempatan
untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa
takut.
d.
Memfasilitasi siswa
melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri siswa.[4]
3. Konfirmasi
Konfirmasi adalah tahapan akhir dari pembelajaran dalam kegiatan konfirmasi, guru hendaknya Memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber.
D.
Menjabarkan
Indikator Berbasis Karakter
Indikator pencapaian kompetensi adalah adalah suatu perilaku yang dapat
diukur atau diobservasi untuk menunjukan ketercapaian kompetensi dasar tertentu
yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran.[5] Pada
prinsipnya, pengembangan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukan dalam pokok
bahasan, tetapi diintegrasikan kedalam mata pelajaran , pengembangan diri dan
budaya sekolah. Oleh karena itu guru dan sekolah perlu mengintegrasikan
nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa ke
dalam KTSP, silabus dan RPP.[6]
Prinsip –prinsip yang digunakan
dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.[7]:
1.
Berlelanjutan,
proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah
proses yang panjang, dimulai dari awal peserta didik masuk sampai selesai dari
suatu satuan pendidikan.
2.
Melalui semua
mata pelajaran, pengembangan diri , dan budaya sekolah.
3.
Nilai tidak
diajarkan tapi dikembangkan, Materi nilai budaya dan karakter bangsa bukanlah
bahan ajar, artinya nilai-nilai itu tidak dijadikan pokok bahasan yang
dikemukakan.
4.
Proses
pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan, Proses
pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh peserta didik. Guru
menerapakan prinsip “Tut Wuri Handayani” dalam setiap perilaku yang ditujukan
peserta didik.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah yang
penulis buat yaitu:
a. Mengenai contoh
RPP
b. Mengembangkan media, materi, dan metode
c.
Mengembangkan EEK
·
Eksplorasi Adalah kegiatan
pembelajaran yang digunakan untuk membuat rencana untuk membangun pengetahuan
dasar siswa.
·
Elaborasi adalah kegiatan inti pembelajaran.
·
Konfirmasi adalah tahapan akhir dari pembelajaran dalam kegiatan
konfirmasi.
d.
Menjabarkan indikator berbasis
karakter
Indikator pencapaian kompetensi
adalah adalah suatu perilaku yang dapat diukur atau diobservasi untuk
menunjukan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian
mata pelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
Rahmat Raharjo, Pengembangan
dan Inovasi Kurikulum, (Yogyakarta: Baituna Publishing, 2012)
Martiyono, PERENCANAAN
PEMBELAJARAN Suatu Pendekatan Praktis berdasarkan KTSP Termasuk Model Tematik
, Yogyakarta: Aswaja Pressindo.
[1] http://priatnadrs.blogspot.com/2011/07/makalah-pengembangan-media-pembelajaran_8072.html diakses tanggal 27 November 2012
[2] http://afhie-cirebon.blogspot.com/2011/12/pengertian-pengembangan-media.html di akses tanggal 27 November 2012
[4]Martiyono,
op. cit., hal. 234-235
[5] Rahmat Raharjo, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum, (Yogyakarta: Baituna
Publishing, 2012), hlm. 102.
[6]
Martiyono, PERENCANAAN PEMBELAJARAN Suatu
Pendekatan Praktis berdasarkan KTSP Termasuk Model Tematik , Yogyakarta: Aswaja
Pressindo, hlm,199.
[7] Ibid, hlm. 200-201.
kurang rapi tulisannya kawan
ReplyDeleteklik: biblemu.blogspot.com