Monday, 12 May 2014

MAKALAH Perbandingan Pendidikan Islam Di Indonesia dan Iran



MAKALAH
Perbandingan Pendidikan Islam Di Indonesia dan Iran
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Secara historis, setelah revolusi Islam Iran tahun 1979, sistem pendidikan Iran mengalami perubahan yang sangat mendasar, dan semua upaya pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan prinsip-prinsip islam. Prioritas harus diletakkan pada terjaminnya usaha membesarkan anak-anak dan generasi muda sehingga menjadi muslim yang konsekuen dan punya komitmen yang tinggi terhadap agama Islam. Upaya-upaya pendidikan juga harus diarahkan pada penggunaan al-quran, tradisi Islam, dan konstitusi Republik Islam Iran sebagai dasar dalam merumuskan tujuan dan sasaran pendidikan.
Pada tahap awal, pemerintah Republik Islam Iran berusaha membuka peluang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat untuk bisa mengenyam pendidikan formal, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Pasal 30 UUD Republik Islam Iran menyatakan, “Pemerintah berkewajiban menyediakan pendidikan dan pengajaran gratis bagi seluruh rakyat hingga akhir tingkat pendidikan menengah dan mengembangkan pendidikan tinggi secara gratis pula hingga semampunya”. Untuk lebih jelasnya penulis membahas tentang perbandingan pendidikan islam di Iran.
PEMBAHASAN
A.    Sejarah Masuknya  Islam ke Iran
Iran merupakan salah satu Negara islam di Timur tengah yang selalu menjadi perhatian dunia. Ibu kota Negara Iran adalah Teheran. Negeri ini terletak di sebelah Barat Daya Asia. Luasnya mencapai 1.648.000 km2. Masuknya agama islam ke iran sejak abad ketujuh Masehi, menandai dimulainya upaya baru bangsa iran untuk mengembangkan budaya mereka dan awal dari lahirnya sebuah peradaban baru. dengan mengkaji berbagai masalah yang saling berkaitan antara isalm dan iran, memberikan gambaran tersendiri bagi keduanya. islam sebagai sebuah agama dengan ajarannya yang kaya pantas berbangga karena berhasil menarik hati bangsa yang cerdas dan perperadaban tinggi, dan kebanggaan bagi iran adalah karena bangsa yang sejak dahulu memiliki jiwa cinta kebenaran dan cinta budaya sendiri, tampil sebagai bangsa yang paling tunduk kepada kebenaran dan siap berkorban untuknya.[1]
Masuknya islam ke iran telah menyebabkan peningkatan dan koreksi yang lebih besar dalam masyarakat negri ini, sehingga sejarah iran semakin menemukan arah pembaharuan. Menurut catatan para ahli sejarah, diantara bangsa-bangsa yang memeluk agama islam, bangsa iran memiliki tempat yang khusus. mereka dengan mudah meninggalkan pemikiran dan ideology sebelumnya, dan dengan sungguh-sungguh berupaya andil dalam penyebaran agama ini.[2]

B.     Sistem Pendidikan Di Republik Islam Iran[3]
Secara historis, setelah revolusi Islam Iran tahun 1979, sistem pendidikan Iran mengalami perubahan yang sangat mendasar, dan semua upaya pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan prinsip-prinsip islam. Pada tahap awal, pemerintah Republik Islam Iran berusaha membuka peluang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat untuk bisa mengenyam pendidikan formal, dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Pasal 30 UUD Republik Islam Iran menyatakan, “Pemerintah berkewajiban menyediakan pendidikan dan pengajaran gratis bagi seluruh rakyat hingga akhir tingkat pendidikan menengah dan mengembangkan pendidikan tinggi secara gratis pula hingga semampunya”.
1.      Tujuan Pendidikan
Menurut dokumen yang disetujui oleh supreme council of education (Dewan Tertinggi Pendidikan) pada 1998, bahwa tujuan utama pendidikan adalah meningkatkan produktivitas, mencapai integrasi sosial dan nasional, mengelola nilai-nilai sosial, moral dan spiritual dengan penekanan utama pada memperkuat dan mendorong keimanan terhadap Islam. Rumusan tujuan yang disetujui Dewan juga menekankan peran pendidikan pada pengembangan sumberdaya manusia untuk peningkatan ekonomi, sehingga pendidikan dipandang sebagai investasi masa depan.
2.      Anggaran Pendidikan
Anggaran kementrian pendidikan pada tahun 1996 adalah 6.130 miliyar riyal (RI), merupakan 3,8% dari anggaran belanja Negara. Anggaran yang disetujui adalah RI 5.455,6 milyar riyal, tetapi untuk menyediakan dana talangan bagi kementrian pendidikan, telah dialokasikan dan anggaran pendidikan bertambah menjadi RI 6.130 milyar riyal. Selain itu, untuk meningkatkan anggaran, beberapa kesepakatan telah disetujui selama dua tahun terakhir untuk memberikan sumber dana baru bagi kementerian pendidikan. Pada tahun 2003, total pembiayaan pendidikan (termasuk pendidikan dasar hingga pra universitas) berjumlah RI 39, 880 miliyar riyal atau 12% dari total anggaran belanja Negara.
3.      Kebijakan Pemerintah
Sistem sekolah berada di bawah yurisdiksi Kementerian Pendidikan dan Pelatihan. Selain sekolah, kementerian ini juga memiliki tanggung jawab untuk beberapa pelatihan guru dan beberapa lembaga teknis. Departemen Pendidikan mempekerjakan jumlah tertinggi pegawai negeri sipil 42%  dari jumlah total pegawai dan menerima 21%  dari anggaran nasional. Pada tahun akademik 1990-1991, sebanyak 15.018.903 siswa telah bersekolah dengan 87.024 kelas di seluruh negeri. Dengan rincian sebagai berikut: 509 sekolah untuk anak-anak cacat, 3.586 TK, 59.280 Sekolah Dasar, 15.580 Sekolah Menengah Pertama, 4.515 Sekolah Menengah Atas, 380 Sekolah Teknik, 405 Studi Bisnis dan sekolah-sekolah kejuruan, 64 Sekolah Pertanian, 238 kota dan 182 guru sekolah dasar pedesaan ‘akademi pelatihan, tujuh kejuruan dan profesional latihan guru dan 19 lembaga perguruan tinggi teknologi. Ada juga 2.259 sekolah-sekolah pendidikan orang dewasa.
4.    Kurikulum Pendidikan
a.  Pendidikan Pra Sekolah
Pada jenjang pra sekolah murid diajarkan mengenai belajar bahasa, pengantar matematika, dan konsep sains, lebih-lebih pada nilai-nilai agama dan kepercayaan. Selain itu juga meliputi tentang kegiatan ketrampilan seperti kerajinan tangan, menggunting, mancetak, menggambar, bercerita, bermain, dan berolahraga.
b.  Pendidikan Dasar
Fokus kurikulum pendidikan dasar adalah pada pengembangan ketrampilan dasar baca dan berhitung, studi lingkungan dalam tema fisik dan fenomena social, dan pembelajaran agama. Semua mata pelajaran dan buku pelajaran untuk sekolah dasar diputuskan dan disiapkan pada level pusat.
c.   Pendidikan Menengah
1)      Pendidikan menengah rendah
Kelompok agama minoritas melakukan pembelajaran khusus mereka dan terdapat daftar bacaan khusus untuk kelompok sunni. Diwajibkan untuk lulus semua mata pelajaran pada jurusan yang berbeda. Pembelajaran digunakan dengan bahasa Persia pada semua level. Untuk daerah bilingual, maka diadakan kursus satu bulan untuk mengajarkan kunci-kunci konsep bahasa sebelum tahun ajaran baru di mulai. Ujian dilakukan pada akhir kelas III yang diadakan oleh level kabupaten dan propinsi.
2)      Pendidikan menengah atas
Sekolah menengah atas diperuntukkan bagi siswa yang telah lulus sekolah menengah dasar. Mata pelajaran yang ditawarkan dikelompokkan dalam jurusan sebagai berikut: Pertama, Jurusan akademik: tujuan jurusan ini adalah mempromosikan pengetahuan umum dan budaya. Tedapat ujian akhir yang dikelola oleh tingkat nasional dan bagi siwa yang lulus mendapat ijazah diploma. Kedua, Jurusan teknik dan pendidikan kejuruan: Jurusan ini terdiri dari tiga bidang: teknik pertanian dan kejuruan. Ketiga, Jurusan kar-danesh (knowledge skill):  Tiap kar-danesh mempunyai silabi yang dikembangkan di bawah secretariat pendidikan menengah proses pendidikan ini mencakup 400 ketrampilan, berbeda dengan jurusan yang lain. Pendidikan ini bersifat berbasis kompetensi. Siswa yang berhasil dianugrahi ijazah terampil tingkat II, dan diploma.
Disamping pendidikan formal sebagaimana dideskripsikan di atas, di Iran juga memiliki lembaga pendidikan nonformal seperti masjid dan lainnya yang diberdayakan untuk membantu mempercepat pemberantasan buta aksara di kalangan manusia lanjut usia. Sejauh ini Iran bekerjasama dengan UNESCO dan UNDP.
C.    Perbandingan Pendidikan di Iran dan Indonesia
Jenjang pendidikan formal iran secara sederhana adalah :
1.         Pendidikan Prasekolah
Pendidikan prasekolah umumnya dilaksanakan oleh lembaga-lembaga swasta. Tujuan umum pendidikan awal ini adalah untuk  mempersiapkan anak-anak memasuki pendidikan formal. Kegiatan-kegiatan pada prasekolah ini antara lain permainan bersama, membacakan cerita-cerita, bernyanyi, permainan aktivitas dan pekerjaan tangan yang perlengkapannya sangat sederhana seperti kertas, papan tulis dan pena.
2.         Pendidikan Dasar
Pendidikan dasar dimulai pada anak berumur enam tahun dan berlangsung selama lima tahun dan kemudian diikuti dengan bimbingan atau orientasi selama 3 tahun. Pendidikan orientasi dimaksudkan bagi anak-anak yang bercita-cita untuk melanjutkan pendidikannya di masa depan atau mencari pekerjaan.
3.         Pendidikan Menengah
Pendidikan menengah diselenggarakan selama 4 tahun dan dibagi dalam 2 jalur yang telah lama dan lebih besar adalah jalur akademik yang terbagi dalam dua bidang yaitu sains dan humaniora. Jalur kedua yaitu jalur pendidikan teknik dan kejuruan yang kurang berkembang dan terdiri dari dua bidang, industri dan pertanian.
4.         Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi terbagi dalam sekolah tinggi pendidikan guru yang tidak menuntut tamatan pendidikan menengah sebagai persyaratan masuk dan berbagai sekolah tinggi lain dan universitas. Tetapi banyak mahasiswa yang belajar di luar negeri.
Jenjang pendidikan Iran pada awal dekade 1990 membuka kesempatan luas bagi siswa-siswi untuk belajar sesuai dengan bakat dan interesnya. Juga terbuka pintu bagi siswa-siswi  tamatan pendidikan menengah atas untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat pendidikan tinggi. Lembaga-lembaga tinggi mencakup universitas, pusat-pusat pendidikan guru dan fakultas-fakultas teknik.
Jenjang Pendidikan di Indonesia
            Berdasarkan Undang-undang Pendidikan Nasional tahun 2003. Jalur, jenjang dan jenis pendidikan dapat diwujudkan dalam bentuk satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat. Adapun jenjang pendidikan tersebut antara lain:
a.       Pendidikan Anak Usia Dini
Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar. Pada PAUD ini dapat diselenggarakan melalui jalur formal, non formal dan/atau inforamal. Pendidikan anak usia dini pada jalur formal berbentuk Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat. Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan non formal berbentuk kelompok bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.
b.      Pendidikan Dasar
Pendidikan Dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan MAdrasah Ibtidayah (MI) atau bentuk yang sederajatserta Sekolah MEnengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Akhir kelas enam siswa harus mengikuti Ujian Nasional sebagai syarat untuk mengikuti SMP/MTs.
c.       Pendidikan Menengah
Pendidikan menegah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah terdiri atas pendidikan menengah umum dan pendidikan menengah kejuruan. Pendidikan menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.
d.      Pendidikan Tinggi
Pendidikan Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.[4]
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Masuknya agama islam ke iran sejak abad ketujuh Masehi, menandai dimulainya upaya baru bangsa iran untuk mengembangkan budaya mereka dan awal dari lahirnya sebuah peradaban baru. Masuknya islam ke iran telah menyebabkan peningkatan dan koreksi yang lebih besar dalam masyarakat negri ini, sehingga sejarah iran semakin menemukan arah pembaharuan.
Secara historis, setelah revolusi Islam Iran tahun 1979, sistem pendidikan Iran mengalami perubahan yang sangat mendasar, dan semua upaya pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan prinsip-prinsip islam. sedangkan Pada jenjang pendidikan di Indonesia dan Iran mempunyai perbedaan tersendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Dr. Hj Binti Maunah, M. Pd. I, Perbandingan Pendidikan Islam, Sukses Offect, Yogyakarta; 2011, hal 167-168




No comments:

Post a Comment