Sunday, 11 May 2014

Faktor-Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Menentukan Metode Pengajaran



MAKALAH
Faktor-Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Menentukan Metode Pengajaran
BAB I
PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang
Pada masa sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangatlah pesat. Khususnya di dalam suatu pembelajaran, sekarang ini pembelajaran tidak hanya menggunakan media dan metode tradisional melainkan menggunakan alat-alat pembelajaran yang modern. Dengan diciptakannya media dan metode yang baru ini siswa diharapkan lebih fokus di dalam pembelajaran dan lebih paham dengan materi yang diajarkan. Dalam pembuatan atau pemilihan metode yang akan digunakan dalam pembelajaran guru tidak boleh asal-asalan, namun harus sesuai dan singkron dengan materi yang akan diajarkan dan harus memperhatikan factor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan metode.
 Oleh karena itu penulis membuat makalah yang berkaitan dengan metode dalam pembelajaran dan lebih menekankan kepada pembahasan yaitu tentang faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan metode pengajaran. diantaranya terdiri dari beberapa faktor yaitu Tujuan pembelajaran, Karakteristik bahan pelajaran/ materi pelajaran, Waktu yang digunakan, Faktor peserta didik (Siswa), Faktor pendidik (Guru), dan Faktor media, fasilitas, dan Sumber belajar. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca dalam makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A.       Faktor-Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Menentukan Metode Pengajaran
Metode mengajar merupakan salah satu komponen yang harus digunakan dalam kegiatan pembelajaran agar tercipta iklim belajar yang kondusif dan merangsang peserta didik untuk berinteraksi dan berkreasi sehingga tujuan pembelajaran mudah tercapai.[1] Oleh karena itu, Penentuan dan pemilihan strategi atau metode mengajar dalam pembelajaran harus mempertimbangkan beberapa faktor yang mempengaruhi pembelajaran.[2] Diantara faktor-faktornya yaitu:
1.        Tujuan Pembelajaran
Pembelajaran merupakan aktivitas guru dan peserta didik sebagai proses interaksi untuk mencapai tujuan pembelajaran. Pembelajaran yang efektif terletak pada dua hal yaitu: Pemilihan stimulus diskriminatif dan penggunaan penguatan. Keduanya merupakan persyaratan penting bagi pembelajaran untuk dapat memperoleh tingkah laku verbal yang lebih rumit, dan memberikan penguatan agar belajar lebih efektif. Apabila seorang guru akan mengajarkan bahan pengajaran mengenai setiap pokok bahasan kepada siswa-siswanya, maka guru tersebut harus mengadakan persiapan terlebih dahulu. Hal ini dimaksudkan agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan lancar, sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.[3] Adapun beberapa tujuan-tujuan pembelajaran di antaranya yaitu:
a.         Tujuan Kognitif
Menurut Benjamin Bloom ada enam tingkatan dalam tujuan ini yaitu:
1)        Pengetahuan atau ingatan, aspek ini mengacu pada kemampuan mengenal dan mengingat materi yang sudah dipelajari dari yang sederhana sampai pada hal-hal yang sukar.
2)        Pemahaman, aspek pemahaman ini mengacu pada kemampuan untuk mengerti dan memahami sesuatu setelah sesuatu itu diketahui atau diingat dan memaknai arti dari bahan maupun materi yang dipelajari.
3)        Penerapan atau aplikasi, aspek ini mengacu pada kemampuan menggunakan atau menerapkan pengetahuan atau menggunakan ide-ide umum, metode-metode, prinsip-prinsip, dan sebagainya dalam memecahkan persoalan tertentu.
4)        Analisis, aspek ini mengacu pada kemampuan mengkaji atau menguraikan sesuatu bahan atau keadaan ke dalam komponen-komponen atau bagian-bagian yang spesifik, serta mampu memahami hubungan diantara bagian yang satu dengan yang lain, sehingga struktur dan aturannya dapat lebih dipahami.
5)        Sintesis, aspek ini mengacu pada kemampuan memadukan berbagai konsep atau komponen, sehingga membentuk suatu pola struktur atau bentuk baru.
6)        Evaluasi, aspek ini mengacu pada kemampuan memberikan pertimbangan atau penilaian terhadap gejala atau peristiwa berdasarkan norma-norma atau patokan-patokan berdasarkan kriteria tertentu.[4]
b.        Tujuan Afektif
Menurut Krathwohl, Bloom, dan Mansia tujuan afektif berdasar pada lima kategori yaitu:
1)        Penerimaan, aspek ini mengacu pada kemampuan kepekaan dan kesediaan menerima norma-norma disiplin yang berlaku di sekolah.
2)        Pemberian Respon, aspek ini mengacu pada kecenderungan memperlihatkan reaksi terhadap norma tertentu.
3)        Penghargaan atau Penilaian, aspek ini mengacu pada kecenderungan penilaian terhadap sesuatu dengan memposisikan diri sesuai dengan penilaian itu, dan mengikat diri pada suatu norma.
4)        Pengorganisasian, aspek ini mengacu pada proses membentuk konsep tentang suatu nilai serta menyusun suatu sistem nilai-nilai dalam dirinya.
5)        Karakterisasi yaitu pembentukan pola hidup, aspek ini mengacu pada proses mewujudkan nilai-nilai dalam pribadi sehingga merupakan watak, dimana norma itu tercermin dalam pribadinya.[5]
c.         Tujuan Psikomotor
Menurut Elizabeth Simpson tujuan psikomotor terbagi atas tujuh kategori yaitu:
a)         Persepsi, aspek ini lebih mengacu pada penekanan kemampuan berpendapat terhadap sesuatu dan peka terhadap sesuatu hal.
b)        Kesiapan, aspek ini mengacu pada kesiapan memberikan respon secara mental, fisik, maupun perasaan untuk suatu kegiatan.
c)         Respons terbimbing, aspek ini mengacu pada pemberian respons perilaku, gerakan-gerakan yang diperlihatkan dan didemonstrasikan sebelumnya.
d)        Mekanisme, aspek ini mengacu pada keadaan dimana respons fisik yang dipelajari telah menjadi kebiasaan.
e)         respons yang kompleks, aspek ini mengacu pada pemberian respons atau penampilan perilaku atau gerakan yang cukup rumit dengan terampil dan efisien.
f)         Penyesuaian pola gerak atau adaptasi, aspek ini mengacu pada kemampuan menyesuaikan respons atau perilaku gerakan dengan situasi yang baru.
g)        Organisasi, aspek ini mengacu pada kemampuan menampilkan pola-pola gerak gerik yang baru, dalam arti menciptakan perilaku dan gerakan yang baru dilakukan atas prakarsa atau inisiatif sendiri.[6]
2.        Karakteristik Bahan Pelajaran/Materi Pelajaran
Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan metode mengajar adalah karakteristik materi pelajaran. Ada beberapa aspek (secara umum) yang terdapat pada materi pelajaran, yaitu:
a)         Aspek konsep, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan   pengertian, atribut, karakteristik, label atau ide dan gagasan sesuatu.
b)         Aspek fakta, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa
c)         yang lalu, data-data yang memiliki esensi objek dan waktu, seperti nama dan tahun yang berhubungan dengan peristiwa atau sejarah.
d)         Aspek prinsip, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan aturan, dalil, hukum, ketentuan, dan prosedur yang harus ditempuh.
e)         Aspek nilai, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan aspek perilaku yang baik dan buruk, yang benar dan salah, yang bermanfaat dan tidak bermanfaat bagi orang banyak.
f)          Aspek ketrampilan intelektual, merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan pembentukan kemampuan menyelesaikan permasalahan, berpikir sistematis, berpikir logis, berpikir taktis, berpikir kritis, berpikir inovatif dan berpikir ilmiah.
g)         Aspek ketrampilan psikomotor merupakan substansi isi pelajaran yang berhubungan dengan pembentukan kemampuan fisik.
3.        Waktu yang Digunakan
Pemilihan metode mengajar juga harus memperhatikan alokasi waktu yang tersedia dalam jam pelajaran, sebab ada metode mengajar yang memerlukan waktu yang relative panjang dalam pelaksanaannya, seperti pemecahan metode pemecahan masalah dan inkuiri. Penggunaan metode ini kurang tepat jika digunakan pada jam pelajaran yang alokasi waktunya relative singkat sehingga penguasaan materi tidak akan optimal demikian pula dengan pembentukan kemampuan siswa.
4.        Faktor Siswa (Peserta Didik)
Faktor siswa merupakan salah satu faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan metode mengajar. Siswa (peserta didik) adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.[7], Aspek yang berkaitan dengan faktor siswa terutama pada aspek kesegaran mental (faktor antusias dan kelelahan), jumlah siswa dan kemampuan siswa. Guru harus bisa mengelola pembelajaran berdasarkan jumlah siswa dan harus mengatur tempat duduk supaya sesuai dengan kondisi siswa dalam belajar. Posisi tempat duduk tidak harus seperti kelas formal reguler, tetapi bersifat fleksibel dan mendukung terhadap proses pembelajaran.
5.        Faktor Pendidik (Guru)
Guru adalah orang yang berwenang dan bertanggung jawab untuk membimbing dan membina anak didik, baik secara individual maupun klasikal, di sekolah maupun di luar sekolah.[8] Seorang guru harus berpacu dalam pembelajaran, dengan memberikan kemudahan belajar bagi seluruh peserta didik, agar dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Dalam hal ini, guru harus kreatif, professional, dan menyenangkan.[9] Selain itu, guru juga mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai keberhasilan pengajaran. Salah satu faktor untuk mencapai keberhasilan dalam proses belajar mengajar, guru harus dapat menerapkan suatu cara untuk tercapainya tujuan pembelajaran.
6.         Faktor Media, Fasilitas, dan Sumber Belajar
Dalam hal ini perlu diupayakan, apabila guru dan siswa akan menggunakan alat atau fasilitas maka guru bersangkutan sebelum pembelajaran harus mempersiapkan terlebih dahulu. Media pesan lisan (bahasa) harus dapat dipahami siswa sehingga siswa tidak menimbulkan verbalisme. Pemberdayaan media maupun bahasa yang digunakan harus disesuaikan dengan kemampuan siswa. Dalam rangka mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran di kelas, seorang guru untuk mempertimbangkan dan memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar peserta didik. Ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar peserta didik yang dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu: (1) faktor internal (faktor dari dalam peserta didik), yakni keadaan/kondisi jasmani dan rohani peserta didik; (2) Faktor eksternal (faktor dari luar peserta didik), yakni kondisi lingkungan di sekitar peserta didik; dan (3) faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar peserta didik yang meliputi strategi dan metode yang digunakan peserta didik untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pelajaran.[10]
BAB III
PENUTUP
A.       Kesimpulan
Dari makalah di atas dapat di simpulkan bahwa dalam menggunakan sebuah metode ada suatu faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan suatu metode antara lain :
a.         Tujuan Pembelajaran
b.         Karakteristik Bahan Pelajaran/ Materi Pelajaran
c.         Waktu yang Digunakan
d.        Faktor Peserta Didik (Siswa)
e.         Faktor Pendidik (Guru)
f.          Faktor Media, Fasilitas, dan Sumber Belajar

DAFTAR PUSTAKA
Drs. Syaiful Bahri Djamarah, M. Ag, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. Jakarta; Rineka Cipta: 2005
Prof. Dr. Syaiful Sagala, M. Pd. Konsep dan Makna Pembelajaran untuk membantu memecahkan problematika belajar dan mengajar, Bandung; Alfabeta: 2010
Wiji Suwarno, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Jogjakarta; Ar-Ruzz Media: 2006




3. Prof. Dr. Syaiful Sagala, M. Pd. Konsep dan Makna Pembelajaran untuk membantu memecahkan problematika belajar dan mengajar, (Bandung; Alfabeta: 2010)hal, 154-155
[4] Ibid, hal 156-158
[5] Ibid, hal 158-160
[6] Ibid, hal 160-161
[7] Wiji Suwarno, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, (Jogjakarta; Ar-Ruzz Media: 2006)
[8] Drs. Syaiful Bahri Djamarah, M. Ag, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif. (Jakarta; Rineka Cipta: 2005)

No comments:

Post a Comment