Monday, 16 June 2014

MAHASISWA SEMESTER AKHIR AKRAB SAMA HAL INI



 
Buat Kamu Mahasiswa Tingkat Akhir, Pasti Akrab Banget Sama Hal Ini


kali ini saya mau curcol alias (curhat bcolongan) ini bener2 dialami saya saat Jadi mahasiswa tingkat akhir. jadi mahasiswa tingkat akhir itu ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi, kamu akan lega karena sudah tidak ada lagi kelas yang harus diambil. Gempuran tugas yang bikin begadang sampai tengah malam sudah lewat. Kamu akan punya banyak waktu luang untuk melakukan hobi, nonton film, jalan-jalan juga pacaran.

Tapi di sisi lain tekanan juga makin berat. Kamu mulai ditanya “Kapan lulus?”, “Mau kerja apa nanti?” sampai “Kapan nikah?” di setiap kesempatan apalagi pas acara nikahan. Kalau kamu mahasiswa tingkat akhir, pasti kamu bisa paham hal-hal ini.


1. Kamu bisa Tidur dan Bangun Seenaknya
Jam tidurmu kacau. bisa tidur pagi hari juga begadang tengah malam.


2. Waktu bangun tidur, saking woles-nya kamu sering bingung mau ngapain di hari itu
Harus ngapain hari ini?
pernah bangun pagi tapi serasa kaya orang lupa ingatan, kmu siapa, ada dimana,hahaha..... ga sampe gituitu juga si. tp ckup buat kamu bengong dan bikin adsgjklmn(katanya si bahasa yang ga bsa diomongin).


3. Seharusnya sih kamu ngerjain skripsi
Udah ngerjain skripsi?

SEHARUSNYA, ya…tapi takdir sering berkata lain.

4. Tapi yang sering terjadi adalah buka laptop
Buka laptop niatnya mau skripsian


5. Kemudian terdistraksi. Malah browsing atau lebih kepincut ngegame atau nonton film.


6. Di dalam otakmu: “Bentar lagi deh ngerjain skripsinya”.
Waktu berlalu tanpa terasa

Kemudian tanpa sadar 5 jam berlalu begitu saja.
saat kamu sadar!!! rasa males menghampiri lagi...

7. Kamu girang kalau dapat ajakan main dari temen
Senang kalau diajakin ngumpul

8. Karena kalian udah makin jarang ngumpul
Nongkrong bareng jadi kegiatan langka


9. Beberapa diantara temanmu malah sudah lulus duluan
Datang ke wisudaan teman

Dalam hati: “Giliranku kapan dataaaang?”


10. Kamu selalu berusaha terlihat bahagia waktu datang ke wisuda teman
Berusaha terlihat bahagia

Pasang senyum selebar caisar (ga ada potonya caisar "keep smile") agar tampak ikut bahagia.


11. Padahal….dalam hati, sakit
Sakitnya terasa sampai ke hati



12. Kalau lihat teman yang udah lulus duluan maka semangatmu untuk segera lulus akan menggebu
Semangat menggebu untuk lulus


13. Mulai rajin ke perpustakaan lagi deh buat ngerjain skripsi
Kembali rajin ke perpus cari informasi, baca buku, nanya temen dan semangat terasa menggebu-gebu.


14. Kadang di tengah skripsi yang tak kunjung kelar itu, kamu bertanya-tanya: “Ngapain sih aku milih topik ini?”
Kenapa harus nulis topik ini?

“Sial. Susah ternyata ya nulis ini. Padahal kan banyak yang lebih gampang”.dan nasi sudah menjadi bubur.


15. Gak jarang juga kamu merasa salah jurusan
Boleh jadi ubur-ubur aja?

Kalau bisa, rasanya pengen deh bertransformasi jadi ubur-ubur atau bintang laut.


16. Kamu nggak tahu besok mau jadi apa. Mau kerja dimana?
Sedih kalau mikir masa depan


17. Ada satu orang yang posisinya di bawah Tuhan: Dosen Pembimbing Skripsi
DPS setingkat dibawah Tuhan. apa yang dia katakan selalu benar, kita selalu salah. ke luar ruang dosen langsung ilang mood. beberapa orang termasuk SAYA PENGEEEENNNN MAKAN ENAKKKK.secara suasana hati udah ga enak!!!!!


18. Rasa optimis setiap draft skripsi selesai dan maju ke dosen pembimbing
Berharap skripsi segera diterima


19. Perut mulas waktu bimbingan
Deg-degan saat bimbingan


20. Eh…..masih harus revisi :(
Revisi menumpuk pasca bimbingan
Rasanya pengen guling-guling .


21. Orang tua di rumah udah nanya terus, “Kapan lulus?”
Entar ya Pak, Bu

Sabar ya Bapak, Ibu.


22. Setiap ketemu keluarga besar dan ditanya, “Udah semester berapa?”
Semoga semester ini lulus


23. Rasanya pengen lempar meja! Tapi kamu berusaha kalem dan menjawab, “Tinggal skripsi kok”
Kalem aja bro

Kalem aja bro, lanjjut ajaaaa


24. Kamu udah capek dengar nasihat, “Asal niat, skripsi pasti kelar kok”
Bosan dinasihatin.


25. Yakale broh, kamu udah kurang niat apalagi sih???
Lelah hati ini ngurusin skripsi


26. Setiap kamu datang ke kampus, rasanya seperti orang asing karena udah nggak ada muka yang kamu kenal
Asing di kampus sendiri, "gue ga punya temennn"


27. Ketemu teman satu angkatan yang juga lagi ngurus skripsi seperti menemukan teman seperjuangan
Senang dapat teman senasib

28. Setelah revisi yang panjang dan mengorbankan jam tidurmu
Setelah lembur ngebut revisi


29. Akhirnya ACC juga!
Yeah akhirnya diterima juga skripsinya

30. Menjelang pendadaran, kamu gak akan bisa tidur
Cemas menjelang pendadaran


31. Kamu pasrah dibantai sama dosen penguji
Dibantai dosen penguji

32. Alhamdulillah yah, walau masih ada revisi akhirnya dapat gelar juga
Akhirnya dapat gelar

33. Bisa wisuda dan bikin orang tua bangga
Akhirnya wisuda juga

34. Walau perjuangan belum berakhir. Siap-siap aja ditanya, “Kapan kerja?” “Kapan nikah?”


35. Ooooh, hidup…..
Hidup begini amat ya











Wednesday, 21 May 2014

MEDIASI SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA



MEDIASI SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA
Pada tanggal 11 September 2003 yang lalu Mahkamah Agung telah
mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 2 Tahun 2003 yang
mengatur tentang mediasi. Perma ini dirancang oleh Mahkamah Agung dan
Indonesia
Institute for Conflict Transformation (IICT), yaitu
organisasi
non
pemerintah yang bergerak di bidang transformasi dan manajemen konflik. Sejauh ini
IICT telah memberikan sumbangsih atas penyelenggaraan penyelesaian sengketa
secara efektif melalui upaya untuk mengembangkan pola-pola resolusi konflik untuk
membangun masyarakat yang demokratis, harmonis, menghargai kemajemukan dan
kesetaraan serta mengembangkan pola-pola penyelesaian
sengketa yang
mencerminkan keadilan prosedural dan subtansial.
Menurut teori ada beberapa definisi mengenai mediasi, tapi secara umum
mediasi sebenarnya merupakan bentuk dari dari proses alternatif dispute resolution
(ADR) atau alternatif penyelesaian sengketa. Penyebutan alternatif penyelesaian
sengketa ini dikarenakan mediasi merupakan satu alternatif penyelesaian sengketa
disamping pengadilan yang bersifat tidak memutus, cepat, murah dan memberikan
akses kepada para pihak yang bersengketa memperoleh keadilan atau penyelesaian
yang memuaskan. Dalam proses mediasi ini juga dibantu oleh pihak ketiga yang
netral (mediator) yang dipilih oleh para pihak.
Ada 2 jenis mediasi, yaitu di luar dan di dalam pengadilan. Mediasi yang
berada di dalam pengadilan diatur oleh Perma ini. Namun ada juga mediasi di luar
pengadilan. Mediasi di luar pengadilan di Indonesia terdapat dalam beberapa
Undang-undang (UU) yang sudah dimuat, seperti UU tentang Lingkungan, UU
tentang Kehutanan, UU tentang Ketenagakerjaan dan UU tentang Perlindungan
Konsumen.

CONTOH SOAL MATERI BILANGAN BULAT

BILANGAN BULAT
Operasi bilangan bulat dan contoh soalnya
11.      8 - 3 = 8 + -3= 5

22.      –p – 3 = 9. Berapa nilai p?
Jawab:
-p – 3 = 9
-p – 3 +3 = 9 + 3
-p=12
P     p = -12 

33 .      (4 x -3) x-5=….
Jawab:
(4 x -3) x -5 =
-12 x -5= 60

44.      Hasil dari (-2 x 4) – (-5) adalah …
Jawab:
(-2 x 4) – (-5)=                       (dalam kurung dikerjakan terlebih dahulu)
-8 - -5 =
-8 + 5 =-3

55.      Jumlah dua bilangan bulat adalah 11. Jika bilangan pertama adalah16 maka bilangan yang lain adalah…
Jawab:
Diketahui 16 + a = 11, berapa nilai a?
16 + a =11
a = 11 – 16
a = -5
jadi bilangan yang lain adalah -5 

66.      Jika a = -2 dan b = 3, maka nilai dari (2b – a) + (a x b) adalah….
Jawab:
(2b – a) + (a x b) =
(2.3 - -2) + (-2 x 3)=
(6 - -2) + -6 =
(6 + 2) + -6=
8 + -6 = 2

77.      Kemarin suhu di puncak 15 derajat. Hari ini, suhu udara di puncak lebih dingin 4 derajat.  Suhu di puncak pada hari ini adalah…
Jawab:
Suhu kemarin – suhu hari ini =
15 derajat - 4 derajat = 11 derajat
Jadi suhu hari ini 11 derajat

88.      Hasi dari 3 + 4 x 2 – 6 adalah …
Jawab:
3 + 4 x 2 – 6 =               (kerjakan perkalian terlebih dahulu)
3 + 8 – 6 =
11 – 6 = 5

99.      Hasil dari (-3 x (-6)) : (-2) adalah..
Jawab:
(-3 x (-6)) : (-2) =
18 : (-2) = -9

110.  Sebuah SMP memiliki 9 kelas. Setiap kelas berisi 38 siswa. SMP tersebut menerima dana dari pemerintah sebesar Rp.4.275.000,00. Dana tersebut akan dibagikan kepada seluruh siswa secara merata. Berapakah uang yang akan diterima oleh setiap siswa?
Jawab:
Seluruh siswa smp =
9 kelas x 38= 342 siswa
Semua uang : banyak siswa =
4.275.000 : 342 = 12.500
Jadi setiap siswa akan memperoleh uang Rp.12.500,00